Koordinasi PBO (Rescloser) dengan Fuse dan Koordinasi Fuse dengan Fuse berdasar pada Kurva I-t (Ploting kurva menggunakan software Matlab)

Image

  1. Menentukan rating PBO dan semua sekering agar terdapat koordinasi yang baik,menggunakan kurve  karakteristik I – t  (skala log-log).
  • PBO yang digunakan adalah tipe RX R280-91-6 160 A Cooper Power Systems. Time current curve dan tablenya dapat dilihat di lampiran.
  •  Rating arus                           = 160 A > 150A         (memenuhi)
  • Rating pemutusan              = 10000 A > 4000A (memenuhi)
  • Rating trip minimum            = 300 A < 1650 A     (memenuhi)
  1. Fuse yang digunakan adalah tipe T Positrol dengan:

Image

  • Minimum melting time curve dan maximum clearing time curve beserta tabelnya dapat dilihat di lampiran.
  1. Menentukan daerah-daerah koordinasinya.   

PBO disetel 2 operasi cepat dan 2 operasi lambat. Dengan 2 operasi cepat ini PBO dapat menghilangkan sekitar 80 % gangguan sementara yang terjadi di sebelah beban dari sekering oleh operasi cepat yang pertama dan 10 % gangguan sementara di sisi beban dari sekering oleh operasi cepat yang kedua. Untuk koordinasi yang berhasil, maka untuk semua nilai arus gangguan pada daerah yang dilindungi oleh sekering, minimum melting time sekering harus lebih besar daripada waktu operasi cepat PBO dikalikan dengan suatu factor K2

Tabel Faktor K2

Recl. Time

One Fast

Operation

Two Fast

Operation

(cycle)

average

Maximum

average

maximum

25 – 30

1,3

1,2

2,0

1,80

60

1,3

1,2

1,5

1,35

90

1,3

1,2

1,5

1,35

120

1,3

1,2

1,5

1,35

PBO yang digunakan adalah tipe RX R280-91-6 160 A Cooper Power Systems yang mempunyai Recl. Time 60 cycle dan bekerja 2 kali cepat/fast,berarti faktor K2nya adalah 1,35.

  • Koordinasi PBO dengan F1

Image

Daerah koordinasi antara PBO dengan Sekering 80T = 350 A s/d 2814 A. lni memenuhi koordinasi, karena arus hubung singkat maksimum di 80T = 2500 A.

  • Koordinasi PBO dengan F2

Image

Daerah koordinasi antara PBO dengan Sekering 40T =  350 A s/d 1301 A. lni tidak memenuhi koordinasi, karena arus hubung singkat maksimum di 40T = 2500 A.Maka agar terdapat koordinasi kami mengganti dengan sekering 80T.

Image

Daerah koordinasi antara PBO dengan Sekering 80T = 350 A s/d 2814 A. lni memenuhi koordinasi, karena arus hubung singkat maksimum di 80T = 2500 A.

  • Koordinasi F1 dengan F3

Image

Apabila ada koordinasi fuse dengan fuse, maka perlu diperhatikan syarat koordinasi, yaitu

Image

Apabila terjadi gangguan dari sisi beban dalam jangkauan F3, maka F3 harus bekerja terlebih dahulu dari pada F1.Oleh karena itu, MMT F1 80T harus dikurangi waktu lelehnya. F1 akan mulai meleleh pada arus 4223 A dan kawat F3 putus.

  • Koordinasi F1 dengan F4

Image

Apabila terjadi gangguan dari sisi beban dalam jangkauan F3, maka F3 harus bekerja terlebih dahulu dari pada F1.Oleh karena itu, MMT F1 80T harus dikurangi waktu lelehnya. F1 akan mulai meleleh pada arus 3730 A dan kawat F4 putus.

3.  Bila terjadi hubung-singkat minimum di daerah X, PBO beroperasi apa tidak?

Tabel Rating RecloserHidraulis, 3 Fase, Tegangan 2,4 – 14,4 kV

Recloser Type, Continuous Rating & Interrupting Medium

Coil Ratings (continuous amperes)

Minimum Trip Ratings

(amperes)

Interrupting Ratings

(amperes)

Type   RX,

400 A maximum,

Oil Interruption.

25

35

50

70

100

140

160

185

225

280

400

50

70

100

140

200

280

320

370

450

560

800

1500

2100

3000

4200

6000

6000

6000

6000

6000

6000

6000

PBO  yang digunakan adalah tipe RX R280-91-6 160 A Cooper Power Systems. Apabila kita lihat dari tabel di atas, arus coil rating yang digunakan adalah 160 A dan minimum trip ratingnya adalah 320 A yang bermakna PBO akan bekerja apabila terjadi arus gangguan minimum di daerah X yang sebesar 220 A,arus gangguan tersebut masih belum mencapai minimum trip rating PBO, sehingga PBO tidak bekerja.

Lampiran

Image

Image

R280916-007-007

Tugas Akhir Mata Kuliah Perlengkapan Sistem Tenaga 2013

Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Universitas Gajah Mada