Perbedaan Magnet Permanen dan Non Permanen

Bahan magnet secara umum dibagi menjadi 2 macam yaitu: magnet lunak dan magnet keras.Magnet lunak banyak digunakan untuk aplikasi pada bahan yang mudah dimagnetisasi dan didemagnetisasi. Sedangkan magnet keras banyak digunakan untuk aplikasi bahan yang membutuhkan sifat magnetik yang permanen (tidak mudah dimagnetisasi). Medan magnet dapat dihasilkan secara elektromagnetik,yaitu dengan melewatkan arus litrik pada konduktor. Benda bermedan magnet kini sudah bisa diproduksi di laboratorium dan pabrik. Cara pertama adalah dengan mengalirkan arus pada kumparan. Aliran elektron ini membuat kumparan menghasilkan medan magnet.Cara kedua adalah dengan induksi magnet. Prinsip kerja induksi adalah melewatkan bahan pada medan magnet secara berulang-ulang. Karena dibiasakan menerima medan magnet, elektron di dalam bahan menjadi tersusun pada arah momen magnetik yang sama.Namun medan magnet tak abadi. Elektron bisa kehilangan keteraturan momen magnetik jika mendapat gangguan dari luar.Gangguan tersebut bisa berupa panas yang tinggi atau terempas benda keras.

Histerisis Magnet

Jika arus dialirkan pada suatu kumparan elektromagnetik, maka akan timbul medan magnet disekitarnya, ketika arus dinaikkan maka medan magnet yang timbul akan meningkat sampai titik konstan, hal ini menandakan bahwa inti feromagnetik telah mencapai titik jenuhnya dan kerepatan fluks mencapai maksimal. Jika arus dihentikan fluks magnet tidak sepenuhnya hilang karena bahan inti elektromagnetik masih mempertahankan sifat kemagnetan.Kemampuan untuk mempertahankan sifat magnet setelah arus dihentikan disebut retentivity. Sedangkan jumlah fluks magnetik yang masih ada disebut Magnetisme Residual. Ketika fluks telah mencapai maksimal (jenuh) dan arus diturunkan makan akan terjadi pelebaran nilai H (coersive force).Sifat-sifat tersebut dapat direpresentasikan pada kurva hysterisis

9

 

Material Magnet Permanen        

Material magnet permanen memiliki elektron dengan momen magnetik yang bersusun pada arah tertentu. Akumulasi kekuatan elektron inilah yang membuat sebuah bahan memiliki medan magnetik.Bahan feromagnetik yang memiliki retentivity tinggi (hard magnetic material) sangat baik untuk memproduksi magnet permanen.Disamping ini adalah kurva karakteristik hard magnetic material.

10

 

Material Magnet Non Permanen

Berkebalikan dengan bahan material magnet permanen,bahan material magnet non permanen adalah Bahan feromagnetik yang memiliki retentivity rendah (soft magnetic material). Bahan ini ideal untuk digunakan sebagai bahan elektromagnetik,selonoida,atau relay. Disampin ini adalah kurva hysteresis yang merupakan karakteristik soft magnetic material

11