Nasib Satu Koma

10801961_10203427353627946_1656560170908881634_n

Nyaris satu tahun pasca wisuda, bagi saya kuliah di teknik elektro UGM awalnya nggak semulus teman-teman yang lain. NASAKOM atau kepanjangannya Nasib Satu Koma, sudah lama ingin nulis pengalaman nasib apes yang satu ini, sedih sekaligus senyum-senyum sendiri kalau ingat pernah dapat IP satu koma waktu kuliah dulu.

Dikesempatan kali ini, saya mau ngasih tips atau mungkin bisa dibilang motivasi buat adik-adik yang lagi ngerasain nasakom. Walaupun IPK saya gak cumlaude,tapi Alhamdulillah bisa wisuda ramean bareng teman-teman seangkatan. Berikut saran-saran berdasarakan pengalaman saya

  1. Atur Pola Belajar

Ini saran paling wahid dari saya. Teringat seorang teman berkata, “kuncinya itu pola belajarmu veb, mungkin ada yang salah dengan caramu” sampai terngiang-ngiang kalimat temen yang satu ini. Ada banyak pola belajar yang bisa diterapkan. Bingung mencari pola belajar yang benar? Contohlah pola belajar dari teman-teman. Lalu ambil dan modifikasi sesuai dengan kemampuan kita. Setelah mencari hingga hamper 3 semester akhirnya ketemu juga pola belajar yang cocok bagi saya. Ternyata pola belajar jaman SD yang saya pakai. Jadi ceritanya jaman SD, ibu selalu memberi 3 buku tulis, 1 untuk catatan, 1 untuk tugas/PR, dan satu untuk coret2an. Berhubung di jaman kuliah gak ada tugas/PR yang dikumpulkan pakai buku, maka cukuplah 1 buku tulis per mata kuliah yang saya pakai. Saya sudah coba pakai binder dan hasilnya gak cocok banget bagi saya. Lalu catatlah bagian2 penting dari slide, dan tentunya apa yang dikatakan dosen saat di kelas. Membikin bagan di catatan membuat saya lebih mudah dalam membaca. Ngeprint slide kuliah juga sangat membantu. Oiya belajar sistem kebut semalam bagi saya gak cocok banget, minimal satu minggu sebelum ujian udah ancang2 nyicil belajar. Intinya dokumentasikan catatan dan tugas kuliahmu dengan baik.

269260_4898389661000_419936134_n

mulai semester 3 ke atas terdokumentasi dengan baik, dan masih ada sampai sekarang

  1. Pasang Target

Saya paling senang kalau bikin target, target pencapaian per semester. Ini saya contoh dari teman saya Ahmad Ataka, si jenius satu ini selalu ngasih target dan ditulis di blognya. Kalau saya senangnya diprint terus ditempel di kamar. Tiap semester targetnya bisa beda-beda. Percayalah sedikit banyak metode ini akan mempengaruhi pola pikir kita.

1375272_10201004821706162_926712236_n

  1. Dekati teman dan senior

Pada dasarnya kita semua orang-orang yang tidak bodoh. Hanya sepintar-pintarnya mahasiswa masih perlu teman-teman sejawat. Mahasiswa jenius sekalipun perlu berinteraksi dengan teman-temannya. Dekati teman-teman dan ambillah pola kehidupan kuliahnya, ambil yang baik dan lupakan yang buruk. Dekati senior tanyakan pengalaman mereka selama kuliah dan tips-tips menghadapi mata kuliah. Caranya? Gabunglah dengan organisasi kampus, sekalian nambah pengalaman dan melatih soft skill. Kalau ada belajar bareng sama temen-temen, usahakan bisa join, dan ingat belajarlah sendiri sebelum belajar bareng teman-teman jadi ketika berdiskusi kita nyambung.Cara yang lebih ganas nih pindahlah ke lingkungan tempat tinggal yang dekat dengan teman-teman kuliah. Hendra Teguh Martua, yang sekarang udah kerja di Freeport, pernah sekos dengan anak cerdas yang satu ini membuat diskusi kuliah saya lebih mudah karena kalau bingung tinggal melipir ke kamarnya atau sebaliknya.

1901182_10201825030450868_1205776504_n

Suasana Belajar di kos Pogung Baru F29, terima kasih F29 kau ubah nasibku😀

1507046_10201561951314054_885605245_n

Mahasiswa Ketenagalistrikan UGM 2010, dimanapun kalian saat ini semoga sukses buat kita semua!

  1. Ingat Orang Tua

Tidak perlu dipungkiri lagi, siapa yang mendukung kita sampai posisi sekarang ini kalau bukan keluarga. Iya, disaat kamu mulai males belajar ingatlah orang tua kamu di rumah sana (apalagi yang merantau). Gak ada orang tua yang gak mau anaknya sukses di kuliah. Pada dasarnya anak harus sama atau jauh lebih baik dari orang tuanya. IPK kamu bisa menjadi hadiah kecil bagi mereka. Ingatlah ada orang tuamu yang menanti gelar dan ijazahmu. Anak itu kebanggan orang tua, coba deh tanyakan ke orang tua kamu kalau mereka lagi pergi dan ketemu orang tua lain, kadang anak jadi obrolan mereka dan betapa bangganya mereka bila cerita anaknya baik-baik saja (kuliahnya) dan betapa sedihnya mereka bila anaknya mengalami kesulitan menghadapi kuliah. Di umur 20 tahun anggaplah orang tua sebagai teman, teman cerita dan sebagainya. Coba ceritakan secara bebas apa yang menjadi hambatanmu dalam menghadapi kuliah, pasti deh ada kata-kata mutiara yang bakal kita dapat setelah curhat dengan orang tua.

551402_4735607311543_2090239585_n

  1. Teruslah berdoa dan beribadah

Yang satu ini sudah pasti kewajiban, nasib satu koma harusnya bukan jadi bahan depresi. Ingat di bumi ini kita gak sendirian, kita punya masalah masih bisa ngadu ke Allah kok. Teruslah berusaha karena Allah gak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubah nasibnya sendiri. Mintalah doa dari orang tua dan keluarga karena itu manjur sekali. Mari perbaiki ibadah bila masih kacau, bisa aja nasakom itu azab kita gak pernah ibadah.

Fyi, semasa kuliah dulu dari IP satu koma sampai empat pas pernah saya alami *kok bangga😀 . Saya bisa, kamu lebih bisa! Ingat nasakom bukan akhir dari segalanya, jangan pernah terbesit dalam pikiran untuk bunuh diri. Dunia ini perlu kita genggam dan akhirat perlu kita raih.